Sedang memuat ...
Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten
Garut Tahun 2019-2024 menetapkan tujuan pembangunan yaitu ” Meningkatkan
produksi dan nilai tambah hasil perikanan dan peternakan dalam mendorong
peningkatan PDRB Perkapita” yang merupakan penjabaran dari Misi ke 4
RPJMD Kabupaten Garut TA. 2019-2024 yaitu “Meningkatkan kemandirian
ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah yang berdaya saing disertai
pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan” serta sasaran Indikator
Kinerja Utama Bupati Garut yaitu “Meningkatnya pendapatan masyarakat
berbasis potensi lokal” dengan indikator PDRB Perkapita Rp. 24,33-24,49
Juta
Berdasarkan hasil pengukuran dan evaluasi terhadap capaian kinerja Dinas
Perikanan dan Peternakan pada Tahun Anggaran 2024, pencapaian sasaran
Dinas Perikanan dan Peternakan adalah sebagai berikut:
Sasaran 1. Meningkatnya produksi dan nilai tambah hasil perikanan terdiri
dari tiga indikator yaitu
1) Produksi perikanan budidaya realisasi sebesar 67.569,62 Ton dari target
66,318 Ton atau sebesar 101.89 %
2) Produksi perikanan tangkap realisasi sebesar 2.700,18 Ton dari target
1.475 Ton atau sebesar 183,06 %
3) Produksi olahan hasil perikanan pada kelompok binaan realisasi sebesar
792.35 dari target 788 Ton atau sebesar 100,55 %.
Sasaran 2. Meningkatkan produksi dan nilai tambah hasil peternakan terdiri dari
tiga indikator yaitu
1) Produksi hasil peternak an ( produksi daging, produksi telur,)
produksi susu) realisasi sebesar 54.157,41 Ton dari target 39.623 Ton
atau sebesar 136,68 %.
2) Produksi olahan hasil peternakan pada kelompok peternak binaan
realisasi 953,68 Ton dari target 918 Ton atau sebesar 103,89 %.
ii
LaKIP Dinas Perikanan dan Peternakan Tahun 2024
3) Penurunan jumlah kasus penyakit ternak dan peningkatan pengawasan
kualitas pangan asal hewan realisasi sebesar 49 % dari taget 5 % atau
sebesar 980 %.
Capaian rata-rata mencapai sasaran sebesar 222,305% dengan kriteria “Baik”
.
Capaian kinerja Dinas Perikanan dan Peternakan pada Tahun 2024
melebihi target 100%. Hal ini disebabkan masyarakat sudah terbiasa melakukan
aktifitas peternakan dan perikanan serta dengan adanya penanggulangan
yang efektif terhadap penyakit PMK.
Pada Tahun 2024, Dinas Perikanan dan Peternakan melaksanakan
program kegiatan sebanyak 7 program , 20 Kegiatan dan 40 sub kegiatan dengan
total anggaran belanja langsung sebesar Rp. 27.675.474.853. Realisasi
Keuangan Belanja Langsung sebesar Rp. 26.680.229.558 tercapai sebesar 96,40
% sedangkan untuk Realisasi Fisik Pekerjaan sebesar 99,45 %.
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja program dan kegiatan dapat diketahui
bahwa rata-rata indikator kinerja kegiatan mencapai target sebesar 100%.
Berdasarkan hasil pengukuran efisiensi dan efektifitas terhadap program
pembangunan melalui pengukuran input, output dan outcome, capaian indikator
kinerja seluruhnya adalah “Efisien dan Efektif”.
Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perikanan dan
Peternakan sepanjang tahun anggaran 2024 tidak terlepas dari berbagai kendala
yang disebabkan faktor eksternal maupun internal. Beberapa hal yang menjadi
hambatan pencapaian target kerja 2024 antara lain:
1. Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perikanan dan
Peternakan belum menyentuh seluruh kelompok masyarakat calon
penerima bantuan karena keterbatasan anggaran dan SDM;
2. Belum optimalnya pembinaan, monitoring dan pengawasan kegiatan
sehubungan dengan keterbatasan petugas teknis dan wilayah kerja yang
luas
3. Tidak semua kegiatan yang telah direncanakan dalam RPJMD, RKPD,
RENSTRA dan RENJA/RKT dapat dilaksanakan karena keterbatasan
ketersediaan anggaran pemerintah daerah
4. Belum optimalnya koordinasi ditingkat perencanaan dan pelaksanaan
sehingga program dan kegiatan yang dilaksanakan belum seluruhnya
mendukung target kinerja yang diharapkan.
Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, perlu dilakukan langkah-langkah
antisipatif yang dapat meminimalisasi hambatan/kendala di dalam pencapaian
target. Untuk tahun anggaran berikutnya perlu dilakukan evaluasi dan analisis
iii
LaKIP Dinas Perikanan dan Peternakan Tahun 2024
kinerja denga n lebih intensif sehingga memungkinkan mengidentifikasi sejumlah
celah kerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja yang lebih efisien, efektif dan
responsif terhadap aspirasi masyarakat dan para stakeholder. Hal tersebut
perlu diwujudkan dengan tetap berlandaskan pada Visi yang telah ditetapkan
dalam Rencana Stratejik
Untuk mewujudkan pembangunan sektor Perikanan dan Peternakan dimasa
yang akan datang, langkah-langkah antisipatif yang perlu dilakukan antara lain:
1. Mendorong kemandirian masyarakat dalam berusaha serta meningkatkan
akses terhadap berbagai sumber pembiayaan baik bersumber dari pendanaan
pemerintah, swasta maupun swadaya masyarakat;
2. Mendorong peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan
aparatur serta peningkatan jumlah tenaga teknis;
3. Optimalisasi pembinaan, monitoring dan pengawasan pelaksanaan kegiatan
secara sesuai ketersediaan anggaran;
4. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan melalui
perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang tepat sasaran;
5. Meningkatkan sinergitas antara perencanaan dengan
pelaksanaan program/kegiatan yang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran
pemerintah daerah;
6. Meningkatkan koordinasi ditingkat perencanaan dan pelaksana kebijakan
sehingga program dan kegiatan yang dilaksanakan bisa bersinergi dalam
mencapai sasaran pembangunan yang telah ditetapkan.
Demikian Ringkasan Eksekutif ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat
bagi pihak- pihak yang berkepentingan dan dapat dijadikan pedoman untuk arah
kebijakan Pembangunan Perikanan dan Peternakan di masa yang akan datang.